Jumat, 02 April 2010

Psikologi Abnormal II

Sejarah Psikopatologi

          Secara garis besar, psikopatologi dapat didefinisikan menjadi sebuah studi mengenai nature dan pengembangan gangguan mental. Ada yang bilang gangguan mental memiliki bukti-bukti bahwa dipengaruhi oleh kekuatan setan, tetapi dari segi kesehatan termasuk gejala ketidakseimbangan cairan tubuh, dan lain sebagainya. Poin utama yang seringkali menjadi perhatian apa penyebab dari psikopatologi adalah dari segi biologis (melihat gangguan mental dari sisi kondisi adanya fungsi fisik yang tidak baik) dan segi psikologis (menjelaskan gangguan mental dengan acuan faktor-faktor psikopatologi dikarenakan adanya stres social atau kegagalan moral).

Ilmu Demonologi Terdahulu
            Sebelum adanya ilmu pengetahuan, segalanya terlihat seperti diluar kendali umat manusia. Gerhana, gempa bumi, badai, kebakaran, penyakit, pergantian musim disebabkan oleh kemampuan supranatural. Para filsuf, theolog, dan dokter jaman dahulu yang meneliti tentang masalah pikiran berpendapat bahwa abnormalitas merupakan refleksi dari ketidakpuasan akan Tuhan atau pengaruh dari kekuatan setan. Doktrin bahwa setan dapat hidup di dalam tubuh seseorang dan mengendalikan pikiran dan tubuh disebut sebagai ilmu demonologi, dan doktrin demonologi itulah yang menggambarkan perilaku abnormal seseorang saat itu.
          Sebagai contoh, pemikiran demonologis dapat ditemukan pada cerita-cerita Cina, Mesir, dan Yunani jaman dahulu. Di tengah-tengah masyarakat Yahudi, penyimpangan dapat diatribusikan sebagai pengaruh roh jahat di dalam tubuh seseorang.
     Di dalam pemikiran demonology juga terdapat istilah exorcism, yang artinya adalah mengeluarkan kekuatan jahat (setan) dari tubuh seseorang dengan ritual bernyanyi atau menyiksa kekuatan jahat tersebut.

Penjelasan Psikologis pada Yunani dan Roma Kuno
        Pada abad V sebelum masehi Hippocrates sering dihormati sebagai penemu obat (penyembuh perilaku abnormal) modern, berbeda dengan obat dari segi religi, sulap (magic), dan takhayul. Hippocrates menolak kepercayaan masyarakat Yunani yang berlebihan tentang Tuhan/Dewa mengirimkan penyakit fisik dan gangguan mental sebagai hukuman. Ia berasumsi bahwa penyakit memiliki penyebab yang alami dan dapat disembuhkan. Hippocrates juga berasumsi bahwa otak adalah organ kesadaran, sumber kehidupan intelektual dan emosi dan hal itu mengacu pada ketika seseorang berpikir dan berperilaku menyimpang maka termasuk ke dalam patologi otak.
      Hippocrates mengklasifikasikan gangguan mental ke dalam tiga kategori, yaitu mania, melankolis, dan phrenitis atau penyakit otak. Selain itu, ia juga mengemukakan istilah somatogenesis dan psychogenesis. Somatogenesis dikembangkan dari originalitas fisik yang membedakan dengan originalitas psikologis, sedangkan psychogenesis dikembangkan dari originalitas psikologis yang membedakan dengan originalitas somatic. Sejalan dengan ajarannya, fenomena perilaku abnormal menjadi lebih jelas dipahami.

Masa Kegelapan dan Kembalinya Demonologi
          Pada masa kematian Galen (130-200 setelah masehi), Yunani abad II dikenal sebagai tabib terbesar terakhir dari era klasik, dan juga dikenal sebagai permulaan kegelapan dari semua pengobatan dan treatment, dan penelitian tentang perilaku abnormal. Selama masa pertengahan dan masa kebangkitan (Renaissance), gereja membangun sebuah pengaruh melalui misinya dan pendidikan pekerjaan, yang mana menyingkirkan kebudayaan klasik. Pandangan tentang gangguan mental yang dikarenakan gangguan spiritual tetap menyita pemikiran masyarakat jaman tersebut.
          Para biarawan menyembuhkan gangguan mental dengan berdoa kepada mereka yang menderita dan menyentuhkan dengan barang suci atau dengan membuat ramuan-ramuan fantastis untuk mereka minum ketika masa penyusutan bulan.

Perkembangan Rumah Sakit Jiwa Selama Masa Kebangkitan
            Di Eropa, sakit mental dikenal di masyarakat pada abad XV dan XVI. Dengan adanya sakit mental tersebut, di Eropa didirikan Rumah Sakit Jiwa yang secara khusus menangani sakit mental. Institusi ini tidak memiliki aturan khusus untuk para penghuninya melainkan menyuruh mereka melakukan pekerjaan. Tetapi selama periode tersebut rumah sakit membangun spesifikasi untuk sakit mental yang selalu muncul.

Pergerakan dan Treatment Moral di Eropa dan Amerika Serikat
          Pada tahun 1793, ketika terjadi revolusi Perancis, Philippe Pinel bekerja dan berwenang di sebuah Rumah Sakit Jiwa besar di Paris yang dikenal dengan nama La Bicétre. Pinel (1745-1826) dikenal sebagai figur dalam pergerakan treatment kemanusiaan untuk gangguan mental. Ia diperbolehkan untuk melepaskan rantai orang-orang yang dipenjara di La Bicétre dan melakukan treat pada mereka sebagai orang sakit dibanding memperlakukan mereka sebagai makhluk liar yang berbahaya. Para pesakitan ditempatkan pada ruangan yang bercahaya dan lebih berudara dibanding gua tempat mereka ditahan. Beberapa orang pesakitan yang telah menjalani treatment selama beberapa tahun berhasil sembuh dan sehat seperti keadaan semula dan dapat dinyatakan bisa meninggalkan rumah sakit.
          Dari apa yang telah dilakukan oleh Pinel kepada orang yang sakit mental, ia tidak dapat dinyatakan sebagai orang yang memiliki pandangan bahwa masyarakat berhak atas semua perlakuan dan tidak percaya bahwa semua masyarakat itu sederajat. Kebanyakan treatment kemanusiaan yang dilakukan hanya melayani masyarakat kelas atas, pasien kelas bawah tetap saja menjadi subjek terror dan mendapat paksaan dari kendali yang ada.
          Rumah Sakit Mental pertama di Amerika Serikat dibangun di Williamsburg, Virginia, pada 1773. Perilaku abnormal tidak dapat menjamin akan sembuh jika hanya berada di rumah sakit dan menggunkan obat-obatan. Benjamin Rush (1745-1813), yang mana mengembangkan obat-obatan di Philadelphia pada 1769, dikenal sebagai bapak Psikiater Amerika. Ia percaya bahwa gangguan mental disebabkan oleh berlebihnya darah di otak. Konsekuensinya, treatment favoritnya adalah mengurangi banyaknya jumlah darah, sebanyak 6 quart dalam periode tertentu selama beberapa bulan. Tetapi efek sampingnya adalah pasien yang menjalani treat mengalami kesulitan bergerak, mereka menjadi lemah karena kekurangan banyak darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar