Learning
Definisi learning adalah perubahan tingkah laku yang relatif permanen pada ”behavioral repertoire” organisme yang terjadi sebagai hasil pengalaman.
Key word:
٠ Perubahan tingkah laku
٠ Perubahan yang permanen
٠ Perubahan yang terjadi pada behavioral repertoire
٠ Perubahan tersebut adalah hasil pengalaman
Tahap Learning:
٠ Proses ini terjadi berkali-kali=latihan.
Acquistion
Organisme mempelajari hubungan antara variabel yang ada.
Storage
Organisme ”memasukkan” tingkah laku yang baru diperoleh ke dalam behavioral repertoire-nya.
Retrieval
٠ Organisme ”mengeluarkan” kembali tingkah laku yang dipelajarinya (mengingat).
٠ Tingkah laku dikeluarkan karena siutasi lingkungan itu sangat mirip dengan situasi lingkungan pada tahap acquistion.
Cara mengetahui apakah seseorang sudah ”belajar” atau belum dengan melihat dari performance/kinerja.
Contoh learning yang berhubungan dengan Barbie:
Sewaktu seorang anak diperkenalkan Barbie untuk pertama kali dan memainkannya secara berulang-ulang, maka anak tersebut sudah mulai untuk belajar (learning) dan lama-kelamaan informasi yang ia dapatkan dari Barbie akan masuk ke dalam memorinya.
Memory
Dalam memori dikenal istilah:
٠ Encoding : pengenalan/pencatatan
٠ Storage : penyimpanan
٠ Retrieval : pemanggilan kembali
Levels of Processing Theory
Informasi yang diperoleh individu dapat diproses dengan tingkatan yang berbeda. Apabila informasi dianalisis dengan cara yang mendalam maka informasi tersebut akan lebih tahan lama berada dalam sistem ingatan.
Rehearsal adalah proses penyimpanan informasi dengan cara mengulang secara terus menerus, hal tersebut tidak cukup baik untuk dipertahankan dalam sistem ingatan. Proses rehearsal harus bersifat elaboratif dan mendalam agar informasi bisa tetap dipertahankan dalam sistem ingatan.
Elaborative berarti juga seberapa jauh informasi yang baru di ”ikat” atau diintegrasikan dengan informasi lain yang sudah ada.
LTM (Long Term Memory)
Semua informasi yang masuk ke dalam LTM akan diorganisasikan, dikategorikan dan didiskualifikasikan secara teratur.
Classical Conditioning
Paradigma Classical Conditioning:
Prinsip dasar: memasangkan dua buah stimulus, stimulus ”netral” dan stimulus yang bisa memicu respon tertentu (response-producing stimulus). Dalam classical conditioning terdapat istilah: unconditioned stimulus (UCS), conditioned stimulus (CS), unconditioned response (UCR) dan conditioned response (CR).
Contoh:
Sekarang ini produsen Barbie telah membuat sebuah software untuk belajar matematika bagi anak-anak, software tersebut memiliki tampilan seperti dalam dunia Barbie agar anak-anak lebih mudah belajar matematika. Dalam contoh ini, Pelajaran matematika (unconditioned stimulus) termasuk mata pelajaran yang sulit bagi anak-anak. Dengan adanya software matematika (conditioned stimulus), produsen Barbie berharap anak-anak akan mudah untuk mempelajari matematika dan menyenangi matematika (conditioned response).
The Partial-Reinforcement Effect
Prosedur akuisisi atau pembentukan perilaku dimana CS diberikan pada tiap trial, sedangkan UCS dipasangkan dengan CS hanya pada beberapa trial tertentu. Kalau CS-UCS dipasangkan pada tiap trial disebut continous reinforcement/100-percent reinforcement. Partial reinforcement lebih tahan terhadap extinction (pemadaman).
Contoh:
Seorang orang tua ingin anaknya giat belajar, maka mereka memberikan reward Barbie setelah anaknya selesai belajar. Tetapi orang tua anak tersebut tidak memberikan Barbie setiap anak tersebut selesai belajar, Barbie diberikan secara jarang. Dengan adanya pemberian Barbie secara jarang tersebut, anak akan giat untuk belajar karena anak itu akan mengharapkan diberikan Barbie oleh orang tuanya.
Diferensiasi
Suatu kondisi apabila organisme hanya melakukan karena dikenai CS yang asli, dan tidak melakukan CR bila dikenai CS yang lain.
Generalisasi Respon
Suatu kondisi apabila subyek melakukan perbandingan atau persamaan respon terhadap stimulus yang sama.
Aplikasi:
Dalam kehidupan sehari-hari seorang anak membutuhkan peran orang tua. Jika orang tua berhasil membimbing anaknya, maka sang anak akan bisa membedakan stimulus-stimulus yang mirip, dalam hal ini adalah Barbie. Anak akan mampu membedakan mana yang kehidupan nyata dan “dunia Barbie” (diferensiasi). Begitu pula sebaliknya jika peran orang tua tidak berhasil maka anak akan menyamakan kehidupan nyata dengan dunia Barbie (generalisasi respon).
Compound Conditioning
Subjek diberikan lebih dari satu CS yang dipasangkan dengan UCS.
Contoh:
Seorang anak dibelikan Barbie dan mainan masak-masakan oleh ibunya agar ia giat belajar. Setiap anak itu giat belajar maka akan dibelikan Barbie dan mainan masak-masakan. Ketika anak itu hanya dibelikan Barbie saja, anak tersebut tetap akan giat untuk belajar karena ia berpikir tetap mendapatkan reward.
Shaping
Prosedur pembelajaran dengan cara me-reinforce respon secara bertahap. Respon akhir yang diinginkan “dipecah” menjadi beberapa respon yang lebih sederhana.
Contoh:
Respon akhir:
Orang tua mengharapkan anaknya giat belajar.
Respon dipecah menjadi:
1. Anak dibelikan Barbie oleh orang tuanya, tetapi anak itu hanya boleh melihat dan tidak boleh memegang sampai ia selesai belajar.
2. Anak itu boleh memainkan Barbie selama beberapa menit setelah ia selesai belajar.
3. Anak itu boleh memainkan Barbie sepuasnya setelah ia belajar.
Maka untuk selanjutnya anak itu akan terus giat belajar walau tidak diberikan Barbie.
Extinction
• Proses menghilangnya respon CR.
• Terjadi bila ada pengulangan CS (bel) tanpa UCS (makanan).
Spontaneus Recovery
• Keadaan saat extinction, kemudian kita memasangkan kembali CS dengan UCS secara bersamaan akan mengeluarkan CR lagi.
• Biasanya kekuatan CR saat spontaneous recovery lebih lemah dari CR sebelumnya (menurun 50 %).
Contoh:
Extinction
Setelah seorang anak yang sudah giat belajar tanpa adanya Barbie, maka lama kelamaan anak tersebut akan mengalami menurunan mood untuk belajar karena ia tidak pernah mendapatkan Barbie lagi.
Spontaneus Recovery
Tetapi ketika anak tersebut diberikan reward Barbie lagi setelah ia belajar, maka anak tersebut akan kembali giat untuk belajar, walau tidak segiat sebelumnya.