Jumat, 02 April 2010

Learning and Memory

Learning
Definisi learning adalah perubahan tingkah laku yang relatif permanen pada ”behavioral repertoire” organisme yang terjadi sebagai hasil pengalaman.

Key word:
٠    Perubahan tingkah laku
٠    Perubahan yang permanen
٠    Perubahan yang terjadi pada behavioral repertoire
٠    Perubahan tersebut adalah hasil pengalaman

Tahap Learning:


 
٠    Bila proses ini terjadi berkali-kali (terutama tahap acquistion) pada tingkah laku tertentu,    diasumsikan hasilnya adalah perubahan tingkah laku (muncul, bertahan, hilang) yang relatif permanen.
    ٠    Proses ini terjadi berkali-kali=latihan.
Acquistion
Organisme mempelajari hubungan antara variabel yang ada.
Storage
Organisme ”memasukkan” tingkah laku yang baru diperoleh ke dalam behavioral repertoire-nya.
Retrieval
٠    Organisme ”mengeluarkan” kembali tingkah laku yang dipelajarinya (mengingat).
٠    Tingkah laku dikeluarkan karena siutasi lingkungan itu sangat mirip dengan situasi lingkungan pada tahap acquistion.
Cara mengetahui apakah seseorang sudah ”belajar” atau belum dengan melihat dari performance/kinerja.

Contoh learning yang berhubungan dengan Barbie:
Sewaktu seorang anak diperkenalkan Barbie untuk pertama kali dan memainkannya secara berulang-ulang, maka anak tersebut sudah mulai untuk belajar (learning) dan lama-kelamaan informasi yang ia dapatkan dari Barbie akan masuk ke dalam memorinya.

Memory
Dalam memori dikenal istilah:
٠    Encoding  : pengenalan/pencatatan
٠    Storage     : penyimpanan
٠    Retrieval   : pemanggilan kembali

Levels of Processing Theory
Informasi yang diperoleh individu dapat diproses dengan tingkatan yang berbeda. Apabila informasi dianalisis dengan cara yang mendalam maka informasi tersebut akan lebih tahan lama berada dalam sistem ingatan.
Rehearsal adalah proses penyimpanan informasi dengan cara mengulang secara terus menerus, hal tersebut tidak cukup baik untuk dipertahankan dalam sistem ingatan. Proses rehearsal harus bersifat elaboratif dan mendalam agar informasi bisa tetap dipertahankan dalam sistem ingatan.
Elaborative berarti juga seberapa jauh informasi yang baru di ”ikat” atau diintegrasikan dengan informasi lain yang sudah ada.

LTM (Long Term Memory)
Semua informasi yang masuk ke dalam LTM akan diorganisasikan, dikategorikan dan didiskualifikasikan secara teratur.
Classical Conditioning
Paradigma Classical Conditioning:
Prinsip dasar: memasangkan dua buah stimulus, stimulus ”netral” dan stimulus yang bisa memicu respon tertentu (response-producing stimulus). Dalam classical conditioning terdapat istilah: unconditioned stimulus (UCS), conditioned stimulus (CS), unconditioned response (UCR) dan conditioned response (CR).
Contoh:
Sekarang ini produsen Barbie telah membuat sebuah software untuk belajar matematika bagi anak-anak, software tersebut memiliki tampilan seperti dalam dunia Barbie agar anak-anak lebih mudah belajar matematika. Dalam contoh ini, Pelajaran matematika (unconditioned stimulus) termasuk mata pelajaran yang sulit bagi anak-anak. Dengan adanya software matematika (conditioned stimulus), produsen Barbie berharap anak-anak akan mudah untuk mempelajari matematika dan menyenangi matematika (conditioned response).

The Partial-Reinforcement Effect
Prosedur akuisisi atau pembentukan perilaku dimana CS diberikan pada tiap trial, sedangkan UCS dipasangkan dengan CS hanya pada beberapa trial tertentu. Kalau CS-UCS dipasangkan pada tiap trial disebut continous reinforcement/100-percent reinforcement. Partial reinforcement lebih tahan terhadap extinction (pemadaman).
Contoh:
Seorang orang tua ingin anaknya giat belajar, maka mereka memberikan reward Barbie setelah anaknya selesai belajar. Tetapi orang tua anak tersebut tidak memberikan Barbie setiap anak tersebut selesai belajar, Barbie diberikan secara jarang. Dengan adanya pemberian Barbie secara jarang tersebut, anak akan giat untuk belajar karena anak itu akan mengharapkan diberikan Barbie oleh orang tuanya.

Diferensiasi
Suatu kondisi apabila organisme hanya melakukan karena dikenai CS yang asli, dan tidak melakukan CR bila dikenai CS yang lain.
Generalisasi Respon
Suatu kondisi apabila subyek melakukan perbandingan atau persamaan respon terhadap stimulus yang sama.
Aplikasi:
Dalam kehidupan sehari-hari seorang anak membutuhkan peran orang tua. Jika orang tua berhasil membimbing anaknya, maka sang anak akan bisa membedakan stimulus-stimulus yang mirip, dalam hal ini adalah Barbie. Anak akan mampu membedakan mana yang kehidupan nyata dan “dunia Barbie” (diferensiasi). Begitu pula sebaliknya jika peran orang tua tidak berhasil maka anak akan menyamakan kehidupan nyata dengan dunia Barbie (generalisasi respon).

Compound Conditioning
Subjek diberikan lebih dari satu CS yang dipasangkan dengan UCS.
Contoh:
Seorang anak dibelikan Barbie dan mainan masak-masakan oleh ibunya agar ia giat belajar. Setiap anak itu giat belajar maka akan dibelikan Barbie dan mainan masak-masakan. Ketika anak itu hanya dibelikan Barbie saja, anak tersebut tetap akan giat untuk belajar karena ia berpikir tetap mendapatkan reward.

Shaping
Prosedur pembelajaran dengan cara me-reinforce respon secara bertahap. Respon akhir yang diinginkan “dipecah” menjadi beberapa respon yang lebih sederhana.
Contoh:
Respon akhir:
Orang tua mengharapkan anaknya giat belajar.
Respon dipecah menjadi:
1.      Anak dibelikan Barbie oleh orang tuanya, tetapi anak itu hanya boleh melihat dan tidak boleh memegang sampai ia selesai belajar.
2.      Anak itu boleh memainkan Barbie selama beberapa menit setelah ia selesai belajar.
3.      Anak itu boleh memainkan Barbie sepuasnya setelah ia belajar.
Maka untuk selanjutnya anak itu akan terus giat belajar walau tidak diberikan Barbie.

Extinction
         Proses menghilangnya respon CR.
         Terjadi bila ada pengulangan CS (bel) tanpa UCS (makanan).
Spontaneus Recovery
         Keadaan saat extinction, kemudian kita memasangkan kembali CS dengan UCS secara bersamaan akan mengeluarkan CR lagi.
         Biasanya kekuatan CR saat spontaneous recovery lebih lemah dari CR sebelumnya (menurun 50 %).
Contoh:
Extinction
Setelah seorang anak yang sudah giat belajar tanpa adanya Barbie, maka lama kelamaan anak tersebut akan mengalami menurunan mood untuk belajar karena ia tidak pernah mendapatkan Barbie lagi.
Spontaneus Recovery
            Tetapi ketika anak tersebut diberikan reward Barbie lagi setelah ia belajar, maka anak tersebut akan             kembali giat untuk belajar, walau tidak segiat sebelumnya.

Psikologi Abnormal II

Sejarah Psikopatologi

          Secara garis besar, psikopatologi dapat didefinisikan menjadi sebuah studi mengenai nature dan pengembangan gangguan mental. Ada yang bilang gangguan mental memiliki bukti-bukti bahwa dipengaruhi oleh kekuatan setan, tetapi dari segi kesehatan termasuk gejala ketidakseimbangan cairan tubuh, dan lain sebagainya. Poin utama yang seringkali menjadi perhatian apa penyebab dari psikopatologi adalah dari segi biologis (melihat gangguan mental dari sisi kondisi adanya fungsi fisik yang tidak baik) dan segi psikologis (menjelaskan gangguan mental dengan acuan faktor-faktor psikopatologi dikarenakan adanya stres social atau kegagalan moral).

Ilmu Demonologi Terdahulu
            Sebelum adanya ilmu pengetahuan, segalanya terlihat seperti diluar kendali umat manusia. Gerhana, gempa bumi, badai, kebakaran, penyakit, pergantian musim disebabkan oleh kemampuan supranatural. Para filsuf, theolog, dan dokter jaman dahulu yang meneliti tentang masalah pikiran berpendapat bahwa abnormalitas merupakan refleksi dari ketidakpuasan akan Tuhan atau pengaruh dari kekuatan setan. Doktrin bahwa setan dapat hidup di dalam tubuh seseorang dan mengendalikan pikiran dan tubuh disebut sebagai ilmu demonologi, dan doktrin demonologi itulah yang menggambarkan perilaku abnormal seseorang saat itu.
          Sebagai contoh, pemikiran demonologis dapat ditemukan pada cerita-cerita Cina, Mesir, dan Yunani jaman dahulu. Di tengah-tengah masyarakat Yahudi, penyimpangan dapat diatribusikan sebagai pengaruh roh jahat di dalam tubuh seseorang.
     Di dalam pemikiran demonology juga terdapat istilah exorcism, yang artinya adalah mengeluarkan kekuatan jahat (setan) dari tubuh seseorang dengan ritual bernyanyi atau menyiksa kekuatan jahat tersebut.

Penjelasan Psikologis pada Yunani dan Roma Kuno
        Pada abad V sebelum masehi Hippocrates sering dihormati sebagai penemu obat (penyembuh perilaku abnormal) modern, berbeda dengan obat dari segi religi, sulap (magic), dan takhayul. Hippocrates menolak kepercayaan masyarakat Yunani yang berlebihan tentang Tuhan/Dewa mengirimkan penyakit fisik dan gangguan mental sebagai hukuman. Ia berasumsi bahwa penyakit memiliki penyebab yang alami dan dapat disembuhkan. Hippocrates juga berasumsi bahwa otak adalah organ kesadaran, sumber kehidupan intelektual dan emosi dan hal itu mengacu pada ketika seseorang berpikir dan berperilaku menyimpang maka termasuk ke dalam patologi otak.
      Hippocrates mengklasifikasikan gangguan mental ke dalam tiga kategori, yaitu mania, melankolis, dan phrenitis atau penyakit otak. Selain itu, ia juga mengemukakan istilah somatogenesis dan psychogenesis. Somatogenesis dikembangkan dari originalitas fisik yang membedakan dengan originalitas psikologis, sedangkan psychogenesis dikembangkan dari originalitas psikologis yang membedakan dengan originalitas somatic. Sejalan dengan ajarannya, fenomena perilaku abnormal menjadi lebih jelas dipahami.

Masa Kegelapan dan Kembalinya Demonologi
          Pada masa kematian Galen (130-200 setelah masehi), Yunani abad II dikenal sebagai tabib terbesar terakhir dari era klasik, dan juga dikenal sebagai permulaan kegelapan dari semua pengobatan dan treatment, dan penelitian tentang perilaku abnormal. Selama masa pertengahan dan masa kebangkitan (Renaissance), gereja membangun sebuah pengaruh melalui misinya dan pendidikan pekerjaan, yang mana menyingkirkan kebudayaan klasik. Pandangan tentang gangguan mental yang dikarenakan gangguan spiritual tetap menyita pemikiran masyarakat jaman tersebut.
          Para biarawan menyembuhkan gangguan mental dengan berdoa kepada mereka yang menderita dan menyentuhkan dengan barang suci atau dengan membuat ramuan-ramuan fantastis untuk mereka minum ketika masa penyusutan bulan.

Perkembangan Rumah Sakit Jiwa Selama Masa Kebangkitan
            Di Eropa, sakit mental dikenal di masyarakat pada abad XV dan XVI. Dengan adanya sakit mental tersebut, di Eropa didirikan Rumah Sakit Jiwa yang secara khusus menangani sakit mental. Institusi ini tidak memiliki aturan khusus untuk para penghuninya melainkan menyuruh mereka melakukan pekerjaan. Tetapi selama periode tersebut rumah sakit membangun spesifikasi untuk sakit mental yang selalu muncul.

Pergerakan dan Treatment Moral di Eropa dan Amerika Serikat
          Pada tahun 1793, ketika terjadi revolusi Perancis, Philippe Pinel bekerja dan berwenang di sebuah Rumah Sakit Jiwa besar di Paris yang dikenal dengan nama La Bicétre. Pinel (1745-1826) dikenal sebagai figur dalam pergerakan treatment kemanusiaan untuk gangguan mental. Ia diperbolehkan untuk melepaskan rantai orang-orang yang dipenjara di La Bicétre dan melakukan treat pada mereka sebagai orang sakit dibanding memperlakukan mereka sebagai makhluk liar yang berbahaya. Para pesakitan ditempatkan pada ruangan yang bercahaya dan lebih berudara dibanding gua tempat mereka ditahan. Beberapa orang pesakitan yang telah menjalani treatment selama beberapa tahun berhasil sembuh dan sehat seperti keadaan semula dan dapat dinyatakan bisa meninggalkan rumah sakit.
          Dari apa yang telah dilakukan oleh Pinel kepada orang yang sakit mental, ia tidak dapat dinyatakan sebagai orang yang memiliki pandangan bahwa masyarakat berhak atas semua perlakuan dan tidak percaya bahwa semua masyarakat itu sederajat. Kebanyakan treatment kemanusiaan yang dilakukan hanya melayani masyarakat kelas atas, pasien kelas bawah tetap saja menjadi subjek terror dan mendapat paksaan dari kendali yang ada.
          Rumah Sakit Mental pertama di Amerika Serikat dibangun di Williamsburg, Virginia, pada 1773. Perilaku abnormal tidak dapat menjamin akan sembuh jika hanya berada di rumah sakit dan menggunkan obat-obatan. Benjamin Rush (1745-1813), yang mana mengembangkan obat-obatan di Philadelphia pada 1769, dikenal sebagai bapak Psikiater Amerika. Ia percaya bahwa gangguan mental disebabkan oleh berlebihnya darah di otak. Konsekuensinya, treatment favoritnya adalah mengurangi banyaknya jumlah darah, sebanyak 6 quart dalam periode tertentu selama beberapa bulan. Tetapi efek sampingnya adalah pasien yang menjalani treat mengalami kesulitan bergerak, mereka menjadi lemah karena kekurangan banyak darah.

Psikologi Abnormal

Apakah Psikologi Abnormal itu?
_____________________________________________________________

Perilaku abnormal adalah tanda-tanda dari emosi, keinginan, dan aksi yang dimunculkan dari sikap patologikal yang dilandasi alasan-alasan berikut ini: perilaku yang berlebihan, pelanggaran terhadap norma, kesulitan personal, ketidakmampuan atau disfungsi, dan keputus-asaan. Jika digambarkan dalam bentuk kurva, perilaku abnormal dapat digambarkan dengan kurva normal. Banyak orang umumnya berada pada bagian tengah kurva dan sangat sedikit orang yang berada pada sisi ekstrim (sisi kritikal).

Kata-kata kunci yang tertera dalam definisi perilaku abnormal dapat membantu kita untuk memutuskan karakterisitik apa saja yang dapat digolongkan ke dalam perilaku abnormal, diantaranya adalah:

 1.     Ketidakterdugaan (Unexpectedness)
Kita harus sadar, misalnya dengan melihat perubahan raut wajah, bahwa perilaku atau perasaan seseorang tidak dapat terduga atau diramalkan. Rasa lapar adalah respon yang dapat diduga ketika kita sedang tidak makan dan hal itu tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori abnormal. Kebanyakan bentuk dari perilaku abnormal adalah respon yang tidak terduga. Seperti contoh, perilaku kecemasan menyimpang dapat didiagnosa ketika kecemasan muncul pada respon yang tenang, misalnya ketika orang-orang merasa khawatir yang terus menerus tentang situasi financial meskipun sebenarnya keadaan yang ada baik-baik saja.

 2.     Pelanggaran tehadap norma
Pandangan lain yang menyatakan perilaku abnormal tidak lain adalah dengan adanya pelanggaran norma social dan membuat suatu bentuk kecemasan. Terkadang perilaku yang liar dan berbahaya seperti pasien manic dan pasien schizophrenia cocok dengan definisi di seperti ini. Komponen seperti ini membuat sejarah dan budaya abnormal menjadi sesuatu yang relative, tergantung dari norma budaya yang ada pada saat itu. Sebagian perilaku mungkin saja tidak/dapat dikategorikan sebagai abnormal.

 3.     Kesulitan personal (Personal Distress)
Abnormalitas juga dapat didefinisikan sebagai bagian dari personal distress. Perilaku orang-orang dapat dikatakan abnormal apabila mereka membuat suatu penderitaan yang hebat bagi diri mereka sendiri. Contoh dari personal distress adalah kecemasan yang berlebihan dan depresi.

 4.     Ketidakmampuan (Disability)
       Komponen lain dari perilaku abnormal adalah ketidakmampuan (disability). Maksudnya adalah    ketidakmampuan seseorang untuk mengejar apa yang telah dijadikan tujuannya yang dikarenakan abnormalitas.